Kamis, 29 Oktober 2020

#2 Catatan Belajar Mandiri Konseling Nabawi | Substansi


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baiklah para pembaca sekalian, jadi kali ini saya akan melanjutkan pembahasan sebelumnya. Kali ini kita fokus kepada pembahasan subtansi mengenai hubungan dengan keluarga. Yang mana akan terbagi menjadi tiga topik pembahasan atau sub-sub tema yang akan kita bahas yaitu: Keluarga sebagai pendidikan pertama, tanggungjawab anak terhadap keluarga dan peran kepala keluarga dalam membentuk karakter seorang anak.

Oke langsung saja, referensi yang akan saya ambil daripada pembahasan kali ini yaitu dari tausiyah para ustadz dan ada beberapa yang saya ambil dari tulisan orang lain, harapannya pembaca sekalian dapat mengambil pelajaran daripada tulisan saya sehingga bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari.

Pembahasan yang pertama.

1. Keluarga sebagai pendidikan pertama. Kita sering sekali mendengar banyak daripada orang lain atau barangkali kita sendiri pernah berbicara didepan umum tentang keluarga sebagai pendidikan pertama untuk anak. Kita sadari bahwa tugas orang tua selain sebagi guru di rumah adalah sebagai pembimbing untuk anaknya, yang mana disinilah anak akan menerima berbagai macam stimulus gambaran dunia yang akan dijalani kedepan, bila pemahaman yang diberikan kepada anaknya baik maka jalan  anak tersebut akan baik pula.

sebagai orang tua harus mampu memberikan edukasi dan bimbingan yang baik agar pola pikir maupun tingkah laku anak menjadi baik. Maka tempat yang paling tepat untuk menanamkan pola pikir anak yaitu dalam keluarga. Ustadz Salim A Fillah berkata dalam salah satu ceramahnya, bahwa  anak-anak ketika belum berumur 10 tahun keatas, maka perlu ditanamkan kepada dirinya etos belajar, ibadah serta penanaman akhlak dan adab.

https://www.youtube.com/watch?v=-ddCuUVgf1c (Tausiyah Ust. Salim A Fillah)

2. tanggungjawab anak terhadap keluarga. Selain orang tua, anak pun mempunyai tanggungjawab kepada keluarganya, sama halnya dengan kita semua selaku anak mesti punya kewajiban terhadap keluarga. Allah Berfirman.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Q.S. Al Isra’; 23).

Pada ayat tersebut menegaskan bahwa sebagai anak, bakti kepada orang tua merupakan hal yang wajib. Berbakti artinya melakukan kegiatan baik yang menyenangkan orangtua, bukan sekadar menghormati. Bahkan sekalipun orangtua kita bukan muslim, kita tetap diwajibkan berbakti. Kecuali jika kita diminta mempersekutukan Allah, jangan taati perintahnya, tetapi perlakukan dia sebaik mungkin selama masa hidupnya. Dalam ceramahnya Ustdaz Adi Hidayat berkata yang pada intinya seperti ini. ”Saking tingginya bakti itu sampai Allah menyandingkan setelah menyembah kepada Allah.” Kita boleh jadi pejabat tinggi, kita boleh jadi manajer disebuah perusahaan, tapi dihadapan orangtua ketika bakti diberikan, maka pahala akan dituliskan disitu.

https://www.youtube.com/watch?v=XBuSuSYUdzw (Tausiyah Ust. Adi Hidayat)

3. Kepala keluarga dalam membentuk karakter seorang anak. Orang tua dapat menjawab segala pertanyaan anak dengan jawaban yang sebenarnya atau jawaban fiksi yang merupakan karangan orang tua. Lalu orang tua dituntut untuk dapat memberi jawaban yang dapat memuaskan hati seorang anak, sekalipun jawaban itu dirasanya sangat sulit dipahami oleh anak karena pertanyaannya yang bersifat sensitif. Berawal dari pertanyaan-pertanyaan dari seorang anak, pendidikan mengenani moral dan budi pekerti dapat ditanamkan. Karena penanaman inilah modal utama bagi pikiran anak-anak, sumber informasi pertama yang didapat maka akan dijadikan sebagai model dalam perilaku dan sifat seorang anak.




Rabu, 07 Oktober 2020

#1 Catatan Belajar Mandiri Konseling Nabawi




NIM        : 181520164 
NAMA    : WAHYU AMARULLAH
KELAS  : BKI 5/E
MK          : KONSELING NABAWI  




    Hari ini, Senin, 5 Oktober 2020, saya mulai mengerjakan tugas Konseling Nabawi sebagai bagian dari Mata Kuliah di semester 5 ini, yang mana pada konsep belajar pada semester ini, yaitu lebih kepada belajar secara mandiri, yang dimulai dari membuat peta belajar sendiri, lalu mencari bahan pembelajaran atau referensi sendiri, dan menuliskannya pada lembar kosong yang terdapat di blog masing-masing, untuk dipertanggungjawabkan dan disetor kepada dosen pengampu.
 

Kemudian konsep pertama/Sub Tema yang akan saya pilih yaitu tentang teori “Konselor Menurut Konseling Nabawi”. Teori ini akan saya bagi menjadi beberapa sub tema diantaranya, Konseling Nabawi : Bimbingan dan konseling pendidikan Islam, nabi Muhammad sebagai konselor Profesional, Fungsi Bimbingan Konseling Rasulullah. Sebelum kita mulai pembahasan mengenai bimbingan konseling pendidikan Islami, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu Bimbingan dan apa itu Konseling.

Prayitno dan Erman Amti (2004 : 99) menjelaskan bimbingan adalah Proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu , baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sofyan S. Willis (2007: 17-18), secara historis asal mula pengertian konseling adalah untuk memberi nasehat, seperti penasehat hukum, penasehat perkawinan, dan penasehat camping anak-anak pramuka. Menurutnya konseling adalah upaya bantuan yang diberikan seorang pembimbing yang terlatih dan berpengalaman, terhadap individu-individu yang membutuhkannya, agar individu tersebut berkembang potensinya secara optimal, mampu mengatasi masalahnya, dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah.

Bimbingan dan konseling pendidikan Islam Agama Islam sangat concern terhadap pendidikan. Ayat yang pertama turun adalah surat Al Alaq ayat 1 - 5, yang menegaskan agar pemeluk agama Islam mempelajari dengan dengan sungguh-sungguh terhadap segala sesuatu yang telah diciptakan Allah SWT. Allah SWT pencipta alam semesta (Sang Khalik), sedangkan segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah SWT (mahluk). Kemampuan yang dimiliki manusia tidak akan mampu menandingi kemahakuasaan Allah SWT. "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat darn orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana " (Qs. Ali- Imran, 3: 18).

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara penasehatan yang dilakukan Rasulullah kepada sahabat. Sebagai contoh, dalam layanan konseling seorang pembimbing atau konselor haruslah sungguh-sungguh, ihklas, sabar, tidak mudah lari dari masalah dan lemah lembut kerena sesungguhnya keseriusan dan kesadaran sangat diperlukan dalam proses konseling.

Layanan dan nasehat yang dijalankan Rasulullah kepada para sahabat dalam mengajak melaksanakan yang ma’ruf, Rasul melaksanakan dengan sungguh-sungguh, sabar, lemah lembut, dan penuh bijaksana. Sikap Rasul dalam memberi layanan yang kondusif dan lemah lembut diabadikan dalam al-Qur’an pada surah al-Imran ayat 159:

Maka disebabkan rahmad dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka mohonkan ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.

Sifat-sifat mulia dan agung yang dicontohkan Rasulullah dalam memberi layanan dan panasehatan kepada klien dari sifat dan sikap yang dituntut dari seorang konselor profesional seperti yang dirumuskan oleh Persatuan Bimbingan Jabatan Nasional yaitu Nasional Vocational Guidance Association seperti yang dikutip oleh Sukardi (1983 : 61) yaitu interes terhadap orang lain, sabar, peka terhadap berbagai siakap dan reaksi, memiliki emosi yang stabil dan objektif, sungguh-sungguh respek terhadap orang lain,dan dapat dipercaya. Kemudian Rasulullah juga menerapkan fungsi perbaikan, yaitu bimbingan dan konseling yang berfungsi untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan yang pernah dilakukannya, baik dalam berpikir, berperasaan, dan berkehendak. Konselor melakukan intervensi agar konseli dapat berpikir secara sehat, lebih rasional, sehingga dapat mengarahkan konseli kepada tindakan yang produktif dan normatif.

 

Agus Sukirno, (2018)Pengantar Bimbingan Konseling, A-Empat. 

Kamis, 07 November 2019

Pengalaman Mengenal Filsafat Islam Di dalam Kelas




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baiklah teman-teman semuanya, kembali lagi di blog yang sangat kurang populer ini, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti mata kuliah filsafat islam, pada semester 3 ini, filsafat islam ini merupakan lanjutan dari mata kuliah yang sebelumnya, yaitu pada semester dua yakni, filsafat umum, atau bisa kita sebut sebagai pembagian dari macam-macam filsafat, yaitu antara lain filsafat islam, dalam pertemuan kali ini, saya belum terlalu lebih jauh mengetahui pengertian atau arti makna, mengenai filsafat islam, saya hanya mengetahu artinya yaitu, filsafat dan islam, yang berarti, filsafat adalah sebuah istilah ilmu yang membahas mengenai pemikiran mengenai ilmu pengetahuan dan islam adalah ilmu keislamannya, jadi ketika digabungkan menjadi, ilmu yang membahas mengenai pemikiran atau akal yang mendasar mengenai ilmu pengetahuan keislaman, lalu pada pertemuan pertama kali dengan dosen tercinta yaitu Pak Fadhil, kita dibagi menjadi beberapa kelompok belajar untuk mendiskusikan mengenai pengertian filsafat islam, dan kebetulan saya berada di kelompok pertama, namun tidak disuruh untuk menjelaskan pertama kali, ada yang menjelaskan salah seorang dari kelompok lain menjelaskan, pengertian filsafat islam itu adalah ilmu yang membahas tentang pemikiran tokoh islam, dan ada juga yang menjelaskan, filsafat islam itu adalah, ilmu yang membahas tentang akal yang dilandasi oleh pemikiran tokoh-tokoh islam yang terkenal dan sangat mashur, dan ada juga yang menjelaskan bahwa, filsafat islam itu adalah, ilmu yang membahas tentang pemikiran akal manusia yang berdampak pada masa lalu dan masa kini dengan menggunakan instrumen yang ada yaitu akal, akan tetapi tokohnya adalah umat islam, maksudnya hanya ilmu yang membahs tentang pemikiran dan akal manusia tentang ilmu pengetahuan metafisika dengan terlebih dahulu mengkaji keislamannya atau bener yang disebutkan tadi, yaitu tokohnya umat islam. Orang-orang yang mendalami ilmu filsafat biasanya sering berpikir dan disebut sebagai filsuf. Banyak tokoh filosofi Yunani yang sangat terkenal hingga hari ini dan nama mereka disebutkan dalam buku-buku fiksafat dunia. Meskipun demikian tidak berarti bahwa umat islam tidaklah memiliki dasar ilmu filsafat sendiri. Umat islam atau para cendekiawan muslim dulu banyak yang merupakan tokoh filosofi dan mereka menuangkan pemikiran mereka sendiri kedalam ilmu filsafat tersebut.
Ilmu filsafat juga mempelajari hakikat kebenaran suatu ilmu dan berdasarkan pada ajaran dan nilai-nilai agama islam disebut sebagai ilmu filsafat islam. Meskipun diadaptasi dari nilai-bilai budaya barat atau YUnani, ilmu filsafat islam tetap memiliki kaidah tersendiri. Hal yang biasanya dipikirkan atau dibahas dalam filsafat islam adalah mengenai ketauhidan atau ketuhanan, kerasulan, kitab, hubungan manusia dan sesamanya, lingkungan dan  juga ,mencakup ilmu tasawuf atau kebatinan.
            Ketika saya baca dari beberapa artikel mengenai arti dari filsafat islam sendiri yaitu, Sejarah filsafat islam dimulai ketika Raja Iskandar Zulkarnain melakukan ekspansi militer ke beberapa Negara dibenua Eropa dan Afrika dan termasuk menguasai kota Iskandariah di Mesir. Dikota tersebut yakni sekitar abad ke 3 Masehi, Raja Ptolomeus di Mesir membangun Universitas Iskandaria dan dari situlah para ilmuwan barat memperkenalkan ilmu filsafat termasuk diantaranya para cendekiawan atau pemikir dari Yunani. Selanjutnya budaya bangsa Yunani tersebut mulai mengalami perbaduan dengan budaya baru bangsa Arab dan kemudian dikenallah ilmu filsafat dalam islam. Lalu ada beberapa tokoh yang membawa filsafat islam hingga sampai sekarang ini dijaman kontemporer ini yang pertama.
-          Al-Farabi
Al farabi berpandapat bahwa pada hakikatnya filsafat itu memeiliki satu tujuan yakni untuk mencari kebenaran dari suatu hal. Jadi adanya filsafat itu untuk mencari sebuah kebenaran dari berbagai macam ilmu pengetahuan yang memang dikata belum bisa masuk atau terfikir di dalam akal manusia.
Al Farabi atau  Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi‘ adalah seorang tokoh ilmuwan sekaligus filsuf muslim yang  berusaha memadukan beberapa aliran filsafat antara lain aliran falsafah al taufiqhiyah yang berkembang sebelumnya dari hasil pemikiran filsuf Yunani seperti Plato, Aristoteles, Plotinus.
-          Ibnu Rusyd
Abu Walid Muhammad bin Rusyd atau yang dikenal dengan nama ibnu rusyid adalah salah satu tokoh ilmuwan muslim yang cukup dikenal. Ia juga merupakan salah seorang filsuf yang dikenal dnegan aliran rasionalnya. Sebagai seorang filsuf dan pemikir, Ibnu Rusyid menjunjung tinggi akal dan peranananya dalam kehidupan. Ibnu rusyid juga berpendapat bahwa akal fikiran bekerja dengan didasari oleh pengertian umum atau maj’ani kulliyah dandidalamnya tercakup hal-hal yang bersifat partial atau disebut juz’iyah.
-          Ibnu Sina
ibnu sina yang terkenal sebagai ilmuwan dalam bidnag kedokteran juga dikenal sebagai seorang sosok filsuf muslim. Ia berpendapat bahwa semua intelenji atau akal berasal dari Tuhan dan segala hal yang menyangkut dasar semua ilmu juga berasal dari Tuhan. Ibnu sina jugalah yang menyatakan bahwa esensi berada dalam akal dan  wujud  berada diluarakal. Ia juga banyak membahas mengenai    metafisika dan  filsafah tentang jiwa. Lalu ibnu sina juga penemu pertama kali teori relativitas, ketika mengamati ayat Al-Quran QS: Al maarij, dan dengan mengamati malaikat yang naik turun naik turun dengan kecepatan cahaya, malaikat dari cahaya naik turun dengan kecepatan cahaya maka di kemukakan teori tersebut oleh Ibnu Sina, yang sekarang diadopsi oleh Albert Einstein
-          Al-Kindi
Al-Kindi atau  Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Ash-Shabah bin Imran bin Ismail bin Al-Asy’ats bin Qays Al-Kindi  dikenal sebagai sosok muslim pertama yang memunculkan gagasan tentang filsafat dan ia jugalah yang berpendapat bahwa ajaran agama islam sebenarnya tidak berbeda jauh dengan ilmu filsafat atau falsafah sehingga keduanya bukanlah dua hal yang bertentangan. Tidak hanya cerdas sebagai filsuf atau pemikir islam yang diakui oleh bangsa barat, Al kindi juga menghasilkan banyak karya dalam bidang ilmu pengetahuan lainnya seperti aritmatika dan musik. Tak heran jika al kindi ini dijuluki filsuf musik.
-          Al-Ghazali
Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali atau yang lebih dikenal sebagai Al Ghazali adalah salah seorang filsuf ternama yang berasal dari daerah Thusi yang merupakan bagian dari Negara Persia. Al ghazali banyak menghasilkan karya dibidang filsafat dan ia pada mulanya berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sebenarnya tidak bisa ditangkan dengan menggunakan panca indera manusia. Al ghazali lebih cenderung percaya terhadap akal daripada kelima panca indera. Dizamannya, ia pernah menjadi guru besar di Nidzamiyah, Baghdad selama empat tahun.beberapa kitab karangan Al ghazali yang terkenal antara lain  Ihya Ulum Ad-Din,  Tahafut al-Falasifah dan Al-Munqidz min adh-Dhalal.
            Nah itulah beberapa pengalaman saya di ruang kelas mengenai filsafat islam dan beberapa pengetahuan yang sedikit saya miliki yang saya paparkan, semoga bermanfaat dan tulisan saya ini bisa dapat dipahami oleh pembaca sekalian, terimakasih. Wassalam.


Kamis, 31 Oktober 2019

Akal Dalam QS Al-Baqarah ayat 75


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kembali lagi bersama saya Wahyu Amarullah dari kelas, BKI 3 E, akan menyampaikan pendapat saya mengenai akal, dalam QS Al-Baqarah ayat 75.

اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَـكُمْ وَقَدْ كَانَ  فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ کَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ  مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
"(Apakah masih kamu harapkan) hai orang beriman (bahwa mereka akan beriman) yakni orang-orang Yahudi itu (kepadamu, sedangkan sebagian) atau satu golongan (di antara mereka) yakni pendeta-pendeta mereka (mendengar firman Allah) yaitu Taurat (lalu mengubahnya) (setelah mereka memahaminya) (padahal mereka mengetahui) bahwa sebenarnya mereka mengada-ada. Pertanyaan di sini berarti sanggahan terhadap orang-orang beriman hingga berarti, Tak usah kamu harapkan mereka akan beriman karena dulu mereka juga sudah kafir!"

Alhamdulillah wasyukurillah ala ni'matillah amma ba'du.

Puji syukur hanya milik Allah, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad, SAW. Beserta sahabat nya dan para kerabatnya hingga akhir jaman.

Manusia merupakan makhluk yang spesial, yang diberikan akal oleh Allah dan dipergunakan untuk berfikir dan merenungi ciptaan-Nya, akan tetapi tak semua manusia demikian, dalam ayat tersebut dijelaskan bagaimana kaum Yahudi, yang mendustakan ayat-ayat Allah dengan cara mengganti dengan pemahaman sendiri, lantas hal tersebut merupakan jauh sekali dengan keadaan manusia yang berfikir, karena sudah jelas bahwa ayat Al-Qur'an itu seharusnya di pelajari dan dipahami, bukan didustakan dengan cara mengganti, itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa menggunakan akalnya, dalam hal ini saya pernah mendengar sepenggal kata seperti, "Malaikat diberi akal tapi tidak diberi nafsu, maka tidak akan pernah berbuat maksiat, lalu hewan diberi nafsu, tapi tidak diberi akal, sedangkan manusia diberi akal dan diberi nafsu, lalu jika manusia lebih mengedepankan akal maka lebih tinggi derajatnya daripada malaikat, lalu jika manusia lebih mengedepankan nafsu, maka ia lebih rendah dari pada hewan, maka dari itu peran akal itu sangat penting sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Kemungkinan itu saja penyampaian saya pada kali ini, kurang lebih nya mohon maaf.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Link YouTube. https://m.youtube.com/watch?v=HxR_3oKgmYg&t=91s

Rabu, 09 Oktober 2019

Mengenal Tokoh Filsafat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman semuanya kali ini, saya akan membahas mengenai tokoh muslim yang sangat berpengaruh di dunia, terlebih lagi di dunia saintis, yang mana beliau disebut sebagai, bapak ahli Kimia, dia bernama Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan, atau biasa dikalangan umum di sebut Jabir Ibnu Hayyan, namun dikalangan barat disebut dengan Gebert. Setelah saya baca dan amati dari berbagai sumber, baik lewat artikel, jurnal, buku ataupun video. Saya menyimpulkan bahwa beliau adalah orang yang pertama kali menemukan atom, pada saat itu, beliau mengamati Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat  25-26, tentang besi, kemudian Jabir Ibnu Hayyan membawa besi ke laboratorium nya, lalu meneliti hingga sampai ke unsur nya, lalu di temukan unsur atomnya, di dalam atom terdapat isotop, ada empat isotop, nomor 55, 56, 57, 58 dan yang paling stabil adalah nomor 57, dan ternyata surat di dalam Al-Qur'an yang ke 57 adalah surat Al hadid yang berarti "besi", maka dari itu saya kagum dengan kepintarannya yang bisa membuat sebuah teori hanya dengan mengamati Al-Qur'an, sampai di kenal dengan sebutan bapak Kimia, sehingga dengan ilmu itu, bisa kita rasakan manfaatnya sampai sekarang. Dari situ juga saya bisa belajar, bahwa kecerdasan bukan dilihat bagaimana kita terkenal cerdas di hari ini, namun, dilihat bagaimana pemikiran kita dan juga bagaimana hasil dari pemikiran itu bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Cukup sekian, yang bisa saya sampaikan mengenai salah satu tokoh berpengaruh atau pemikir sejarah, serta disebut juga sebagai tokoh filsafat, karena mengajarkan sebuah ilmu.

Jabir juga memiliki pemikiran tentang pengelompokan ilmu pengetahuan. Pandangannya tentang klasifikasi ilmu pengetahuan cenderung dipengaruhi oleh prinsip dualitas, dan karenanya juga terkesan dikotomis.   Dalam argumentasi yang panjang lebar, Jabir menuliskan bagian khusus yang berbicara tentang klasifikasi ilmu pengetahuan, dan menjadikannya sebagai bagian awal dari Kitâb al-Hudud dan juga terdapat dalam kitab Mukhtâr Rasâ`il, hal. 100-108. Jabir bin Hayyan membagi ilmu pengetahuan menjadi dua bagian, yaitu ilmu Agama dan ilmu Dunia.  Ilmu Agama dibagi menjadi 2 kelompok ilmu, yaitu ilmu-ilmu Syar’iyyan dan ilmu-ilmu ‘aqliyan.  Adapun ilmu ‘aqliyan dibagi lagi menjadi ilmu hurûf dan ilmu ma’ani.  Selanjutnya ilmu huruf dibagi lagi menjadi ilmu Thabi’i dan ilmu Ruhani. Ilmu Thabi’i dibagi menjadi empat bagian, yaitu Panas, Dingin, Kering dan Lembab.

Ilmu yang bersifat Ruhani dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu ilmu Nûrâni dan Zhulmânîy. Sementara itu, ilmu Ma’ânî dibagi juga menjadi 2 bagian yaitu ilmu yang bersifat Falsafiyan  dan ilmu Ilâhiyan.  Sedangkan ilmu Syar’iyyan terbagi menjadi ilmu-ilmu yang Zâahiran dan Bâthinan.   Sementara itu,  ilmu Dunia juga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ilmu Syarifan dan  Wadh’iyan  (Buatan)

Senin, 29 April 2019

Filsafat induk ilmu pengetahuan

Teman-teman sekalian pada kesempatan kali ini saya akan memberikan pemaparan tentang berbagai macam terminologi dari beberapa pertanyaan dan pernyataan yang saya ajukan dalam pertemuan mata kuliah filsafat umum di dalam ruang kelas.
Pertama, saya mengajukan pertanyaan tentang apa sih hakikat dari ilmu fisika dan metafisika dalam konsep filsafat?. Setelah pertan yaan itu terlontar, langsung  terjawab oleh bapak Fadhil, beliau menjawab secara singkat, “fisika itu sesuatu yang berkubu, pokoknya benda atau sesuatu yang berkubu, itu disebut fisika, kalau tidak berkubu seperti mahluk halus itu bukan fisika, tapi metafisika seperti juga surga dan neraka.” Dalam hal lain beliau juga menjelaskan tentang konsep abstraksi yaitu sebuah fisika yang di hilangkan ciri-ciri sifat fisik, bilangan dari segala sesuatu, tersisa hanya tinggal bentuk, itu merupakan salah satu arti abstraksi, ambil contoh, ada 30 mahasiswa dikelas ini itu disebut fisik, ada 30 kursi di kelas ini itu juga disebut fisik karena dalam satu konsep, coba kita buang embel-embel fisiknya contohnya nomor 30 saja, sehingga bisa diartikan abstrak, contoh lain, papn tulis persegi, kertas persegi, laptop persegi dan remote persegi panjang, itu dinamakan fisik, sedangkan kalau diambil perseginya saja maka itu disebut abstrak, jadi persegi tersebut bisa difikirkan apa saja karena tidak ada bentuk fisiknya, lantas bisa diabstrak lagi menjadi metafisika.
Metafisika ini sudah tidak lagi mengurusi bentuk atau fisiknya bilangannya, yang penting,  dia ada saja, sesuatu jika itu ada maka disebut metafisika, tetapi sesuatu bilangan jika ada cirinya dan sesuatu benda jika berkubu maka disebut fisika. Jadi dalam hal ini filsafat merupakan induk atau ibu dari segala pembagian ilmu ini, seperti halnya ibu mempunyai beberapa anak, semakin berkembangnya jaman anak itu berkembang menjadi gede, maka punya anak lagi yaitu sains, sains punya anak yaitu biologi, fisika dan kimia, para ahli pada masanya membagi ilmu filsafat ini kedalam ilmu yang khusus, seperti halnya biologi membagi cabang tentang, herbivora, carnivora dan omnivora, kalau dulu ilmu tersebut hanya disebut fisika, karena masih umum.
Dalam pembahasan lain beliau juga menjelaskan, masing masing ilmu ini sudah mencari kebenaran pada subjek ilmu yang mereka teliti, subjek ilmu fisika adalah benda atau sesuatu yang berkubu lantas mereka pelajari ciri ciri benda berkubu itu apa, ahli matematika langsung periksa ciri-ciri bilangan itu bagaimana, ada yang prima dan yang pecah, bentuk juga kaya gitu ada lingkaran, persegi hubungannya sama sudut itu seperti apa, maka kita harus ketahui apakah subjek ilmu mereka itu ada atau tidak, kita hanya percaya ada objek ada benda saja, seperti halnya belajar psikologi konseling langsung percaya bahwa manusia itu mempunyai jiwa, jiwa itu ada atau tidak ada, tak ditanyakan, maka yang membuktikan subjek ilmu itu ada adalah filsafat, maka dari segi ini seolah-olah filsafat itu melahirkan ilmu pengetahuan makanya ia disebut induk ilmu pengetahuan.
Kemudian filsafat disebut induk karena adanya di paling belakang, jadi manusia itu selain punya fikiran dan berfikir namun dia juga bisa mikirin fikiran dia sendiri, pertama tama kita bisa melihat langsung benda seperti papan tulis atupun tembok, lantas kita bisa melihat kita yang sedang melihat papan tulis ataupun tembok tersebut, kemudian disitu ditemukan arti kata mengolah bahasa, lantas ada yang bertanya karakter bahasa indonesia itu apa sih? Seperti contoh bahasa bakunya yaitu saya makan, saya tidur. Kemudian apa yang menyebabkan hal itu, jadi yang disebutin bukan pekerjaannya tapi si pelunya atau si pembuatnya atau subjeknya, adapun predikatnya apa itu belakangan.
Kenapa bahasa indonesia seperti saya makan atau makan saya, namun pekerjaannya sama makan, ataupun kita makan, yang makan banyak tapi makanannya sama itu juga, tapi kalau bahasa Arab berbeda perbuatan yang mengiringi situasi, adapun yang mempertanyakan karakter bahasa ataupun cara penggunaan karakter bahasa itu disebut filsuf bahasa, jadi semua bidang seperti politik, bahasa dan ekonomi itu ada ahlinya atau ada filsufnya, filsufnya itu mempelajari apa yang dibicarakan oleh para ahli, dan efek manusia bisa memikirkan pikirannya itu disebut peternak kesedihan.
Kita dalam hidup ini terikat dengan 4TA yaitu harta, tahta dan kuota, lantas 3 hal ini yang mengakibatkan kita susah untuk menemukan tuhan, maka tasawuf mengajarkan keterikatan antara 3TA ini tujuannya adalah tersingkab, tiba-tiba kita mengerti oh tuhan seperti ini kalau begitu tujuannya adalah kita memperoleh konklusi, pendapat maupun teori tentang tuhan, alatnya adalah akal, kalau ilmu yang seperti ini maka filsafat bukan merupakan induknya, akan tetapi bisa saja filsafat mengacak-acak tasawuf ini, masing-masing ilmu itu menggunakan akal untuk menemukan solusi bagi masalah keilmuannya.
Seperti halnya adakah angka tidak terbatas seperti invinityi itu, atau apakah struktur otak cebong sama seperti struktur otak kampret seperti halnya pertanyaan ahli biologi, lalu mereka menggunakan akalnya dengan membawa cebong dan kampret ke laboratorium, mereka menggunakan akalnya untuk memecahkan masalah tersebut, kenapa harga tiket naik? Maka ahli ekonomi menjawab dengan akalnya dengan cara mensurvei harga parkir atau katering hingga ke pilotnya. Lantas apakah survei, kuisioner atau pengamatan itu bisa dipercaya atau tidak, karena ahli ilmu ekonomi, ilmu fisika dan ilmu biologi tidak menanyakan atau tidak mempermasalahkan untuk hal itu, karena sudah percaya.
Indra merupakan tukang tipu dia bilang bahwa anggur rasanya manis jikalau kita lagi sehat, akan tetapi jika kita lagi sakit maka rasanya akan pahit, seperti juga tongkat lurus jika dimasukkan ke air maka akan jadi bengkok, mata ini indra ang paling sering dipakai untuk menemukan teori maka disebut tukang tipu paling handal seperti juga pada tengah hari bayangan tiang di tengah namun jika sudah sore hari bayangan tiang jadi bergeser maka seakan-akan kita ditipu terus menerus maka yang membenarkan adalah logika.
Jika kita sudah tidak mempercayai indra sebagai alat untuk mencari kebenaran ilmu pengetahuan maka kita perlu alternatif lain yaitu ilmu tasawuf yang merupakan ilmu yang paling top. Rasa ini memberikan kita pengetahuan sejati, maka pengetahuan sejati adalah pada saat subjek ilmu yang melebur kepada objek ilmu sehingga tidak ada lagi keterpisahaan antara subjek dan objek ilmu semua melebur menjadi satu.
Karakter bahasa mencirikan kepribadian atau karakter penggunanya juga itu sudah menjadi makna yang di kemukaan oleh filsuf bahasa, kemudian mengenai manusia yang bisa memikirkan pikirannya itu bisa mengakibatkan efek yang negatif, karena yang ada di fikiran manusia itu tidak hanya ada yang negatif saja ada juga positif namun kebanyakannya negatif yang bisa disebut dengan kesedihan yang merupakan emosi dari sisi negatif juga emosi yang ditimbulkan dari sisi positif.

Kebenaran akal manusia

Pada pertemuan kali ini kita beranjak keluar kelas, penjelasan dari Bapak Fadhil berlanjut disini, “akal manusia itu mempunyai kebenaran yang berbeda-beda, akal bisa menemukan konklusi istilah sebutannya, contoh saya jadi direktur pabrik kertas saya butuh bahan baku berupa kayu sementara itu kayu asalnya dari hutan apakah saya masih disebut melestarikan hutan atau tidak, ya atau tidak buat apa melestarikan hutan merugikan kalau saya melestarikan usaha saya rugi, jika tidak melestarikan merugikan juga buat orang lain jadi perusahaaan itu hanya milik saya anak cucu saya tidak ada sudah habis, otomatis saya harus mengeluarkan biaya lagi untuk bisa melestarikan lagi, jadi konklusinya iya, namun dalam perspektif orang pasti menjawab iya untuk melestarikan hutan, kalau perspektif saya tidak, jadi kita hanya cukup dan terus berdebat dengan akal saja dalam hal pelestarian alam ini”.
Jepang merupakan negara yang sering terkena bencana baik tsunami maupun gempa, meski yang lebih sering gempa, namun dalam hal ini korban bencananya lebih sedikit, karena mereka menggunakan akal untuk mitigasi, atau bisa kita sebut adalah perencanaan dalam menghadapi bencana, negara jepang merupakan negara yang tingkat kesadarannya lebih tinggi dan negara yang menurut saya, pengguna akal terbaik, seperti contoh ada sebuah video bahwa ketika di dalam sebuah cafe yang mewah lantas ada salah seorang yang meletakkan laptopnya dimeja dan meninggalkannya untuk pergi ke kamr mandi, latas ketika kembali laptop tersebut masih ada, padahal negaranya mayoritas non muslim, tapi di negara kita, yang mayoritas muslim yang mengetahui bahwa mencuri itu dilarang dan berdosa dan ada hukumannya, ketika saya melakukan hal yang semacam itu saya harus menitipkannya karena sudah pasti akan hilang.
Konsep keimanannya bukan disebut islam tapi dharma, budha, karma beda sebutannya dia bakal masuk surga atu tidak, menurut mereka masuk surga, tapi surga dia karena sistem kepercayan yang dianutnya menyarakan bahwa melakukan hal yang seperti itu bakal masuk surga, ada orang hindu yang komitmen sekali dengan waktu, namun ketika islam dengan islam justru tidak, mungkin dengan islam dia akan masuk surga namun didunia ketika bisnis rugi terus karena kebohongan dan ketidak komitmenan, mendingan berbisnis dengan china yang jujur meskipun banyak china yang tidak jujur juga.